Rabu, 23 Oktober 2013

Sedingin Pagi

Pagi mentari
Pagi dingin
Pagi embun
Dan pagi kamu...
Ku tata langkah pagi
Bersama dingin, bersama embun
Berharap sisa hujan tak menggenang
Bersahabat dengan padi, bercerita pada mentari
Namun, apa yang ku cari?
Ragamu diantara pagi
Tapi hanya bayangmu menyela padi
Inginku menyapamu,
seperti mereka, menjadi bagianmu
Lagi lagi hanya angan yang ada
Memang semua masih beku, sama seperti dingin
yang membekukan segala rasa
Rasamu untukku..


-Cangar, 23 Februari 2013-

Selasa, 15 Oktober 2013

Kaku

Dingin malam membekukan rasa
Apa maunya?
Aku bertanya dalam resah,
Diam bersama gundah,
Sedingin ini tingkahmu?
Apa mungkin berlebih ku artikan sapamu?
Ah, mungkin!
Tapi suara itu...
Aku terlanjur menyukaimu,
Entah aku menyebutnya apa
Apa aku harus menyimpan dalam diam,
bersama malam, bahkan kelam?
Mungkin hanya sekilas
Semua belum jelas
Kamu dan semua rasa
Hanya angan, dan masih meraba

                   -Cangar, 22 Februari 2013-

Dalam Diam

Malam itu ada yang beda
Senyum dan sapamu buatku merindu
Entah darimana, aku tak tahu
Bukannya semua datang tanpa diminta?

Berdiri dalam diam
Termenung dengan malam
Sekilas biasa
Tapi berbeda
Apa yang ku rasa?
Aku tak mengerti
Aku lihat berulang kali
Tetap ini beda!
Dan saat itu, aku menyukaimu
Iya, menyukaimu
Dalam diam, bersama malam.

                         -Malang, 20 Februari 2013-